IHSG melemah terimbas bursa eksternal

Jakarta (ANTARA News) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup melemah terimbas pergerakan bursa saham eksternal.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 102,65 poin atau 1,72 persen menjadi 5.874,15. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 24,35 poin atau 2,55 persen menjadi 931,01.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan pelemahan bursa saham eksternal berimbas negatif pada IHSG.

“Tekanan datang dari hasil pertemuan the Federal Reserve yang memberi sinyal rencana normalisasi pada bulan Desember akan dieksekusi. Situasi itu menahan laju bursa saham dunia, termasuk rupiah,” katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2018 yang meningkat turut mempengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional.

Bank Indonesia melansir, defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 8,8 miliar dolar AS (3,37 persen PDB) atau lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar 8,0 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III 2018 tercatat 2,86 persen PDB sehingga masih berada dalam batas aman.

Selain itu, Reza Priyambada menambahkan rencana BEI akan menggunakan metode free float adjusted index dalam menentukan bobot terhadap indeks turut memicu investor melepas saham yang memiliki jumlah saham beredar kecil.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada Jumat sebanyak 362.280 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,39 miliar lembar saham senilai Rp8,16 triliun.

Sebanyak 116 saham naik, 275 saham menurun, dan 102 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 236,67 poin (1,05 persen) ke 22.250,25, indeks Hang Seng melemah 625,80 poin (2,39 persen) ke 25.601,92, dan indeks Strait Times melemah 15,27 poin (0,49 persen) ke posisi 3.077,97.

Baca juga: BI sebut defisit transaksi berjalan meningkat akibat impor minyak
Baca juga: Fed tahan suku bunga, tetap di jalur untuk kenaikan Desember
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018